my cat


Senin, 17 Juni 2013

Makalah polimer


BAB I
PENDAHULUAN


1.1              LATAR BELAKANG

Seringkali kita mendengarnya, namun mungkin belum tahu apa yang dimaksud secara mendetail mengenai polimer. Kadang bayangan kita, polimer identik dengan plastik.
Polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu poly yang berarti “many” (banyak) dan meros yang berarti “part” (bagian). Dari sini dapat kita katakan bahwa polimer adalah susunan dari bagian-bagian yang banyak.
Polimer atau yang kadang-kadang disebut makromolekul, ialah molekul besar yang dibangun dari perangkaian berulang sejumlah besar satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer dapat tergolong alami atau sintetik (Hart,2003)


1.2.  RUMUSAN MASALAH

1.      Apakah polimer itu dan apa fungsinya ?






BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Polimer
         
Istilah polimer digunakan untuk menggambarkan bentuk molekul raksasa atau rantai yang sangat panjang yang terdiri atas unit-unit terkecil yang berulangulang atau mer atau meros sebagai blok-blok penyusunnya. Molekul-molekul (tunggal) penyusun polimer dikenal dengan istilah monomer. Perhatikan bahwa monomer memiliki ikatan kovalen tak jenuh (ikatan ganda) sedangkan pada mer ikatan tersebut menjadi aktif atau ikatan kovalen terbuka dengan elektron tak berpasangan.
Pengertian polimer menurut chemistry.about.com yaitu “A large molecule made up of chains or rings of linked monomer and usually have hing melting and boiling points.” yang jika diterjemahkan berarti Sebuah molekul raksasa yang tersusun dari rantai atau cicin monomer yang saling terhubung dan biasanya mempunyai titik didih dan titik lebur yang tinggi.
Pengertian polimer  menurut asalkatanya. Kata Polimer berasal dari bahasa yunani Polys dan Meros, Polys berarti banyak dann meros berarti bagian. Polymer = “Banyak Bagian”
Pengertian polimer yang rumushitung cuplik dari kamus oxford “a substance which has a molecular structure built up chiefly or completely from a large number of similar units bonded together, e.g. many synthetic organic materials used as plastics and resins”
Dari 3 pengertian polimer di atas, dapat disimpulkan bahwa yang namanya polimer itu
  1. Merupakan Molekul raksasa
  2. Terdiri dari bagian-bagian kecil yang disebut monomer yang saling terhubung membentuk rantai maupun cincin.
  3. Biasanya mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi
  4. Terbentuk melalui reaksi polimerisasi
Klasifikasi Polimer        
Polimer dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.   Berdasarkan Sumber
Berdasarkan  sumbernya  polimer  dapat  dikelompokkan  dalam  3 kelompok, yaitu:
-          Polimer Alam, yaitu polimer yang terjadi secara alami.Contoh: karet alam, karbohidrat, protein, selulosa dan wol.
-          Polimer Semi Sintetik, yaitu polimer yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan kimia.Contoh:  selulosa  nitrat  (yang  dikenal  lewat  misnomer  nitro selulosa) yang dipasarkan dibawah nama – nama  “Celluloid” dan “guncotton”.
-          Polimer sintesis, yakni polimer yang dibuat melalui polimerisasidari monome – monomer    polimer.
2.   Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya
Dibagi atas 3 kelompok yaitu:
-          Polimer Linier, yaitu polimer yang tersusun dengan unit ulang berikatan  satu  sama  lainnya  membentuk  rantai  polimer  yang panjang.
-          Polimer Bercabang, yaitu polimer yang terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk cabang pada rantai utama.
-          Polimer Berikatan Silang (Cross – linking), yaitu polimer yang terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya.Jika  sambungan  silang  terjadi  ke  berbagai  arah  maka  akan terbentuk  sambung  silang  tiga  dimensi  yang  sering  disebut polimer jaringan.
3.   Berdasarkan Reaksi Polimerisasi
Dibagi 2 yaitu:
-          Poliadisi, yaitu polimer yang terjadi karena reaksi adisi. Reaksi adisi atau reaksi rantai adalah reaksi penambahan (satu sama lain) molekul-molekul monomer berikatan rangkap atau siklis biasanya dengan adanya suatu pemicu berupa radikal bebas atas. 
-          Polikondensasi,   yaitu   polimer   yang   terjadi   karena   reaksi kondensasi/reaksi bertahap. Mekanisme  reaksi  polimer  kondensasi  identik  dengan  reaksi kondensasi  senyawa  bobot  molekul  rendah  yaitu:  reaksi  dua gugus  aktif dari 2 molekul monomer yang berbeda berinteraksi dengan  melepaskan molekul kecil. Contohnya H2O. Bila hasil polimer dan pereaksi (monomer) berbeda fase, reaksi akan terus berlangsung sampai salah satu pereaksi habis.
4.   Berdasarkan Jenis Monomer
Dibagi atas dua kelompok:
-          Homopolimer, yakni polimer yang terbentuk dari penggabungan monomer sejenis dengan unit berulang yang sama. 
-          Kopolimer,  yakni  polimer  yang  terbentuk  dari  beberapa jenis monomer yang berbeda.
5.   Berdasarkan Sifat Termal
Dibagi 2 yaitu:
-           Termoplastik, yaitu polimer yang bisa mencair dan melunak. Hal  ini  disebabkan  karena  polimer  -  polimer  tersebut  tidak berikatan silang (linier atau bercabang) biasanya bisa larut dalam beberapa pelarut.
-           Termoset, yaitu polimer yang tidak mau mencair atau meleleh jika dipanaskan. Polimer – polimer termoset tidak bisa dibentuk, dan tidak  dapat  larut  karena pengikatan silang,  menyebabkan kenaikan berat molekul yang besar (Suryani,2012).
Polimer berfungsi sebagai matriks yang berfungsi mengikat penguat yang digunakan pada komposit. Pada umumnya polimer memiliki sifat yang menguntungkan karena massa jenisnya kecil, mudah dibentuk, tahan karat. Akan tetapi polimer memiliki kekurangan seperti kekakuan dan kekuatan rendah. Oleh karena itu agar diperoleh komposit yang lebih baik, maka polimer tersebut dipadukan dengan bahan yang lain yang berfungsi sebagai bahan penguat seperti: serat (fiber), partikel (particulate), lapisan (lamina) dan serpihan (flakes). Pada saat ini berbagai industri telah menggunakan komposit yang diperkuat oleh serat mulai dari industri perabot rumah tangga (panel, kursi, meja), industri kimia (pipa, tangki, selang), alat-alat olah raga, bagian-bagian mobil yang salah satunya bumper mobil, alat-alat listrik, industri pesawat terbang (badan pesawat, roda pendarat, sayap dan baling baling helikopter) dan industri perkapalan (salah satunya body speed boat) (Malcom,2001).


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1.      Polimer merupakan molekul raksasa yang terdiri dari bagian-bagian kecil yang disebut monomer yang saling terhubung membentuk rantai maupun cincin.Biasanya mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi terbentuk melalui reaksi polimerisasi.
Polimer berfungsi sebagai matriks yang berfungsi mengikat penguat yang digunakan pada komposit. Pada umumnya polimer memiliki sifat yang menguntungkan karena massa jenisnya kecil, mudah dibentuk, tahan karat.

DAFTAR PUSTAKA


Hart, Craine.2003.Kimia Organik.Erlangga,Jakarta









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar